Posts

Showing posts with the label tawakal

Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (II)

Penulis: Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah PERILAKU ORANG-ORANG YANG BERTAWAKAL Sebagian manusia ada yang beranggapan bahwa makna tawakal adalah tidak perlu berusaha dengan badan, tidak perlu mempertimbangkan dangan hati dan cukup menjatuhkan ke tanah seperti orang bodoh atau seperti daging yang diletakkan di atas papan pencincang. Tentu saja ini merupakan anggapan yang bodoh dan hal ini haram dalam syariat. Syariat memuji orang-orang yang bertawakal. Pengaruh tawakal akan tampak dalam gerakan hamba dan usahanya untuk menggapai tujuan. Usaha hamba itu bisa berupa mendatangkan manfaat yang belum didapat seperti mencari penghidupan, ataupun menjaga apa yang sudah ada, seperti menyimpan. Usaha itu juga bisa untuk mengantisipasi bahaya yang datang, seperti menghindari serangan, atau bisa juga menyingkirkan bahaya yang sudah datang seperti berobat saat sakit. Aktivitas hamba tidak lepas dari empat gambaran berikut ini: Gambaran pertama: Mendatangkan manfaat. Adapun sebab-sebab yang b...

Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (I)

Penulis: Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Allah berfirman, yang artinya : " Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal ". (Ali Imran: 122) " Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya ". (Ath-Thalaq: 33) Di dalam hadits diriwayatkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutkan bahwa di antara umatnya ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Kemudian beliau bersabda, " Yaitu mereka yang tidak membual, tidak mencuri, tidak membuat ramalan yang buruk-buruk dan kepada Rabb mereka bertawakal ". (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim) Dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Andaikan kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia kan menganugerahkan rezki kepada kalian sebagaimana Dia menganugerahkan rezki kepada burung, yang ...

Tawakal Adalah Sarana Terbesar Untuk Mendapatkan Kebaikan Dan Menghindari Kerusakan

Oleh : Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji Ibnul Qayyim berkata : Tawakal adalah sebab yang paling utama yang bisa mempertahankan seorang hamba ketika ia tak memiliki kekuatan dari serangan makhluk Allah lainnya yang menindas serta memusuhinya, tawakal adalah sarana yang paling ampuh untuk menghadapi keadaan seperti itu, karena ia telah menjadikan Allah pelindungnya atau yang memberinya kecukupan, maka barang siapa yang menjadikan Allah pelindungnya serta yang memberinya kecukupan maka musuhnya itu tak akan bisa mendatangkan bahaya padanya. (Bada'i Al-Fawa'id 2/268) Bukti yang paling baik adalah kejadian nyata, telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang disanadkan kepada Ibnu Abbas : Hasbunallahu wa nima Al-Wakiil, yang artinya : (Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung), ungkapan ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim saat tubuhnya dilemparkan ke tengah-tengah Api yang membara, juga diungkapkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika ...

Bertawakallah Jika Engkau Beriman

Bertawakallah Jika Engkau Beriman! Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi (Pengajar Ma’had Ilmi) وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ “ Dan bertawakallah hanya kepada Alloh jika engkau beriman .” (QS Al Maaidah: 23) Tawakal adalah bersandar kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka meraih apa yang diinginkan dan menolak hal-hal yang tidak disukai dengan dilandasi rasa percaya sepenuhnya kepada Alloh, serta dengan menempuh cara-cara yang diperbolehkan oleh syariat dalam rangka mewujudkannya. Untuk bisa mewujudkannya diperlukan dua hal, yaitu: 1. Bersandar kepada Alloh dengan sungguh-sungguh. 2. Menempuh cara-cara yang diperbolehkan untuk melaksanakan keinginannya. Barang siapa yang terlalu banyak bersandar kepada cara yang ditempuh maka tawakalnya kepada Alloh semakin berkurang. Sehingga hal ini membuatnya secara tidak langsung mencela kekuasaan Alloh untuk bisa mengatasi segala problema. Yaitu tatkala seorang hamba menjadikan seolah-olah hanya cara itulah yang menja...