Sunday, 29 March 2009

Ketenangan Hati Hanyalah Permainan Hati - Kisah Abunawas yang Sarat dengan Makna

"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian sebenarnya".

Perasaan sedih dan gembira sebenarnya tidak bergantung pada keadaan itu menyenangkan atau tidak, tapi lebih pada cara pandang kita terhadap keadaan yang sedang kita hadapi. Ketika kesulitan tengah merundung, kadang kita malah bersyukur karena kita sadar bahwa kesulitan itu adalah ujian dari Allah yang justru akan mendatangkan kebaikan. Sebaliknya, kadang kita justru mengeluh ketika ketika mendapatkan keuntungan tetapi besarnya tidak mencapai target yang kita inginkan.
Ada kisah Abunawas yang menurut saya sangat cerdas dalam menggambarkan bagaimana ketenangan hati itu hanyalah permainan (sebut saja “manajemen”) kalbu dalam menyikapi persoalan hidup. Bagi yang berminat silahkan baca kisah yang menggelikan tapi sarat dengan hikmah berikut ini.

Sudah lama Abunawas tidak dipanggil ke istana untuk menghadap baginda. Abunawas juga sudah lama tidak muncul di kedai teh. Kawan-kawan Abunawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran Abunawas. Tentu saja keadaan kedai tidak semarak karena Abunawas Si pemicu tawa tidak ada.
Suatu hari ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai teh menanyakan Abunawas. Ia mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari masalah pelik yang dihadapai.
salah satu teman Abunawas ingin mencoba menolong.
"Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barangkali aku bisa membantu", kata kawan Abunawas.
"Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia", kata orang itu membeberkan kesulitannya.
Kawan Abunawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya. sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abunawas di rumahnya saja.
Orang itu pun pergi ke rumah Abunawas. Dan kebetulan Abunawas sedang mengaji. Setelah mengutarakan kesdulitan yang sedang dialami, Abunawas bertanya kepada orang itu.
"Punyakah engkau seekor domba?".
"Tidak tetapi aku mampu membelinya", jawab orang itu.
"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu", Abunawas menyarankan.
Orang itu tidak membantah. Ia langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abunawas.
Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abunawas.
"Wahai Abunawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba", kata orang itu mengeluh.
"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu", kata Abunawas.
Orang itu tidak membantah. Ia langsung membeli beberapa ekor unggas yang kemudian dimsukkan ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang algi ke rumah Abunawas.
"Wahai Abunawas, aku telah melaksanakan saran-saranmu dengan menambah penghuni rumahku dengan beberapa ekor unggas. Namun begitu aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah yang makin banyak penghuninya. Kami bertambah tersiksa", kata orang itu dengan wajah yang semakin muram.
"Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu", kata Abunawas menyarankan.
Orang itu tidak membantah. Ia langsung ke pasar hewan membeli seekor unta untuk dipelihara di dalam rumahnya.
Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abunawas. ia berkata,
"Wahai Abunawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi mengerikan daripada hari-hari sebelumnya. Wahai Abunawas, kami sudah tidak tahan tinggal serumah dengan binatang-binantang itu", kata orang itu putus asa.
"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan, ,aka juallah anak-unta itu" kata Abunawas.
Orang itu tidak membantah. Ia langsung menjual anak unta yang baru dibelinya.
Beberapa hari kemudian Abunawas pergi ke rumah orang itu.
"Bagaimana keadaan kalian sekarang?", Abunawas bertanya.
"Keadaannya sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak lagi tinggal di sini", kata orang itu tersenyum. " baiklah, kalu begitu sekarang juallah unggas-unggasmu", kata Abunawas.
Orang itu tidak membantah. Ia langsung menjual unggas-unggasnya.
Beberapa hari kemudian Abunawas mengunjungi orang itu.
"bagaimana keadaan rumah kalian sekarang?", Abunawas bertanya.
"Keadaan sekarang lebih menyenangkan karena unggas-unggas itu sudah tidak tinggal bersama kami" kata orang itu dengan wajah ceria.
"Baiklah kalau begitu sekarang juallah domba itu", kata Abunawas.
Orang itu tidak membantah. Dengan senang ahti ia langsung menjual dombanya.
Beberapa hari kemudian Abunawas bertamu ke rumah orang itu. Ia bertanya.
"Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang?".
"Kami merasakan rumah kami bertambah luas karena binatang-binatang itu sudah tidak lagi bersama kami. Dan kami sekarang merasa lebih bahagia daripada dulu. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abunawas", kata orang itu dengan berseri-seri.
"Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat Tuhan, maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu", kata Abunawas menjelaskan.
Dan sebelum Abunawas pulang, ia bertanya kepada orang itu,
"Apakah engkau sering berdoa?".
"Ya", jawab orang itu.
"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian sebenarnya".



8 comments:

  1. Allah Maha Bijaksana, kita harus bisa mengambil hikmah dibalik apa yang ditakdirkan oleh Allah SWT. Segala sesuatunya itu harus kita sikapi dengan positive thingking. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Subhaanallaah. Maha Suci Allah
    sesungguhnya hanya dengan ingat kepada Allah hati bisa tenang dan tentram.

    ReplyDelete
  3. Subhaanallaah. Maha Suci Allah
    sesungguhnya hanya dengan ingat kepada Allah hati bisa tenang dan tentram.

    ReplyDelete
  4. aksesoris gelang korea model unik dan bagus
    harga murah

    ReplyDelete
  5. Subhaanallaah. Maha Suci Allah, memang alloh maha pengasih lagi maha penyayang,... nice blog....

    ReplyDelete
  6. Subhanallah, La-Tahzan. I Like...Ohya, Link Bannernya sudah dipasang di:http://www.ullynathar.blogspot.com/. Terima kasih.

    ReplyDelete
  7. subhanallah......syukur itu adlah doa yg besar skli...dan kunci pembuka rezeki..

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete