Monday, 22 September 2008

Return on Investment (ROI) untuk Investasi Akhirat

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya). (QS. An Naazi'aat : 34-41)
Dari ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kriteria orang yang akan menjadi ahli neraka adalah mereka yang melampaui batas sedangkan kriteria orang yang akan menjadi ahli surga adalah orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.
Oleh karena itu saudara-saudaraku yang mengaku beriman kepada Allah maka di sini saya mengajak untuk bermuhasabah, berhitung-hitung tentang apa saja yang sudah kita lakukan selama ini, apakah kita termasuk orang yang melampuai batas seperti Firaun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan atau tanpa kita sadari kita sudah merasa sebagai Tuhan karena menganggap segala sesuatu terjadi hanya karena kepintaran atau kecerdasan kita dan melupakan bahwa semua itu hanya bisa terjadi hanya jika Allah mengizinkannya terjadi. Atau kita termasuk orang yang tidak suka melihat orang lain berbuat kebaikan dan tentu saja kita sendiri pasti enggan melakukan kebaikan itu, na'udzubillah summa na'udzubillah semoga kita terhindar dari sifat seperti itu.
Atau kita mulai menjadi manusia yang lebih mementingkan kehidupan dunia. dzikir sehari-hari kita bukan subhaanallah atau laailaha illallah tapi duit...duiiiiit dan duiiiiit. Agama kita tidak melarang untuk mencari harta sebanyak-banyaknya, karena orang yang kaya kalo dilandasi dengan iman pasti makin banyak amalnya, bisa sadaqah tiap hari, bisa menyantuni anak yatim, bisa naik haji, bisa bangun mesjid di mana-mana, dan masih banyak lagi keutamaan yang bisa diraih kalo kita banyak duit.
Tapi, masalahnya kita sering lepas kendali. Keinginan untuk mencukupi semua kebutuhan sering kali melalaikan kita dari Allah, misalnya menunda-nunda shalat karena pekerjaan yang lagi tanggung, atau lebih parah kalo sudah meningglkan shalat karena urusan dunia. Jangan pula kita termasuk orang yang rajin menabung atau investasi untuk masa depan dunia tapi tabungan dan investasi untuk akhirat kita sangat minim, yakinlah bahwa investasi dunia itu bisa menghasilkan return tapi bisa juga tidak, tapi investasi akhirat sudah pasti berhasil. Return on Investment Akhirat pasti kembali dengan rate 10 kali lipat sampai dengan 100 kali lipat bahkan 700 kali lipat kalo di bulan puasa. Balasan itu pasti kita terima baik di dunia maupun di akhirat.
Untuk return di akhirat, mungkin itu memang membutuhkan keyakinan yang kuat karena kita baru bisa merasakannya kalo kita sudah menghadap ke hadirat-Nya. Tapi, kalo return di dunia sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata kalo kita mau memikirkannya. Kadang kebaikan itu langsung dibalas oleh Allah kontan berupa rupiah yang jumlahnya bisa 10 kali lipat (baca testimoni di www.wisatahati.com). Ada pula yang tidak mendapatkan balasan dengan hal serupa (cashback) tapi dengan hal lain misalnya jarang sakit atau bahkan sembuh dari penyakit berat yang kalo kita berobat bisa menghabiskan banyak duit atau ketika istri kita melahirkan, dengan izin Allah anak kita lahir normal sehingga kita gak perlu keluar biaya besar untuk operasi cesar dan masih banyak lagi bentuk passive income yang merupakan balasan Allah kepada orang yang menafkahkan rezekinya di jalan Allah.
Oleh karena itu, janganlah kita terlalu banyak menimbang-nimbang jika ada kesempatan investasi akhirat, segera eksekusi semampu kita dan tentunya dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah swt karena amalan seperti itu adalah andalan kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan bersamaan dengan itu semoga kita berhak mendapatkan surga yang keindahannya tidak pernah dapat kita bayangkan dan tidak dapat diperbandingkan dengan tempat terindah manapun di jagat raya ini.


No comments:

Post a Comment