Sunday, 4 October 2009

Pelajaran Di Balik Saat Kejadian Gempa Padang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa bumi tektonik di Padang Sumatera Barat terjadi pada pk 17.16 WIB, hari Rabu tanggal 30/9 Tahun 2009, dengan kekuatan 7.6SR. Lokasi gempa bumi berjarak lebih kurang 57 Km Barat Daya Pariaman-Sumbar dengan kedalaman 71 Km. Gempabumi tersebut dirasakan di Gunung Sitoli, Mukomuko, Sibolga, Liwa, Padang, Jakarta, Singapura hingga Malaysia.

Gempa tersebut tidak dapat dipungkiri merupakan musibah yang sangat besar karena telah meluluhlantakan kota Padang sedemikian rupa. Semua orang terutama orang Islam yakin musibah ini adalah kehendak Allah SWT untuk memperingatkan hambaNya atas segala perbuatan yang telah dilakukan. 

Dengan keyakinan bahwa bencana tersebut adalah peringatan dari Allah SWT, maka ada baiknya kalau kita tengok Al Qur’an sebagai kitab yang salah satu fungsinya Allah SWT tetapkan sebagai peringatan kepada seluruh umat manusia. Mungkin ini akan jadi perdebatan. Banyak orang menganggap ada pesan dalam gempa tersebut yang dapat dijadikan sebagai pelajaran. Secara kebetulan, gempa tersebut terjadi pada pk 17.16 WIB dan tanggal kejadian yang jatuh pada tanggal 30 bulan 9.

Kalau kita buka Al Qur’an Surat ke 17 yaitu Surat Al Isra ayat 16 (QS 17:16) maka sungguh mengejutkan bahwa dalam ayat tersebut diterangkan mengenai salah satu sebab terjadinya bencana yang terjadi pada suatu negeri merupakan akibat dari kedurhakaan dari orang-orang yang hidup mewah di negeri itu.

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. Al Isra-17:16)

Tidak sampai di situ, waktu gempa susulannya adalah pk 17.38 WIB. dalam Surat Al Isra ayat 38 disebutkan tentang perbuatn-perbuatan apa saja yang dibenci oleh Allah SWT. 

Semua itu(*) kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu (QS Al Isra-17:38) 

(*) Maksudnya: semua larangan yang tersebut pada ayat-ayat: 22, 23, 26, 29, 31, 32, 33, 34, 36, dan 37 surat ini. Yaitu sebagai berikut:

22. Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah). 

23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

29. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya[**] karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
[**]. Maksudnya: jangan kamu terlalu kikir, dan jangan pula terlalu pemurah.

31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. 


32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan[***] kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.
[***]. Maksudnya: kekuasaan di sini ialah hal ahli waris yang terbunuh atau penguasa untuk menuntut kisas atau menerima diat.

34. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.  

36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

37. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

Kalau dilihat dari tanggal kejadian yang jatuh pada tangal 30/9 maka dalam QS Ar Ruum ayat 9 (QS. 30:9) diterangkan juga bahwa semua bencana terjadi bukan karena Allah zalim kepada mereka melainkan merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS. Ar Ruum-30:9)

Semoga ini hanya untuk bermuhasabah atau mengevaluasi kehidupan kita apakah sudah sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Mungkin ada yang tidak sependapat. Tulisan ini bukan bermaksud menghubung-hubungkan. Hanya saja, waktu kejadian itu memberikan inspirasi bagi penulis untuk melihat dan membaca makna dari ayat-ayat Al Quran. Ternyata, inilah isi Al Quran yang penulis jadikan sebagai renungan karena semua isinya benar-benar mengejutkan karena berisi peringatan sebagaimana telah diuraikan di atas. Semoga dengan peringatan ini kita selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam menjalani kehidupan dengan Sunah Rasulullah SAW sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya.
Wallahu a`lam bis-shawab

9 comments:

  1. Memang musibah tersebut pantas untuk dijadikan bahan muhasabah yang mendalam terhadap perilaku kehidupan kita selama ini secara menyeluruh. Namun demikian mengait-ngaitkan waktu kejadian dengan ayat ayat Al Qur'an saya kira dapat mencederai kesucian Al Qur'an itu sendiri. Anyway ...jazakallahu khoiron katsir atas nasehatnya....

    ReplyDelete
  2. jual berbagai aksesoris gelang korea model unik dan bagus
    dengan harga murah

    ReplyDelete
  3. Kini saatnya kita mesti muhasabah diri ya...
    Saya Izinin untuk tukeran link ya..??

    ReplyDelete
  4. Boleh ya Saya Tukeran link dengan saya..??
    Silahkan lihat Disini ya..

    ReplyDelete
  5. dalam keadaan apapun sebagai umat kita harus siap dan kuat jika ujian datang menghampiri...salam...Travel Haji Umroh

    ReplyDelete
  6. hidup dan mati ALLAH yang ngatur jadi kalo dalam suatu bencana ada yg meninggal itu udah diatur ama ALLAH gak usah repot di hubungkan ama ALQURAN

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete